“Google Mati Hari Ini !”

Penggunaan searh engine mengalami peningkatan yang sangat tajam bahkan dinobatkan sebagai Primary Internet Tools and Application. Tanpanya, browsing tiada artinya dan berselancar menjadi tidak bergairah.
Di Amerika para pengguna internet yang berpengalaman (baca: haus akan informasi yang berkaitan dengan pekerjaannya) selalu mencari search engine yang selain mempunyai database terlengkap dengan mesin pencari yang canggih, juga memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan.

Yahoo inc. selama beberapa tahun sempat menjadi idola para pengguna internet sebelum akhirnya rela untuk memberikan posisinya kepada google sebagai mesin pencari nomor satu.
Kemampuan Google dalam memberi tanggapan yang cepat dan terkait terhadap permintaan pencarian yang dalam sehari bisa mencapai ratusan juta kali telah mengubah cara orang mendapatkan informasi dan berita terbaru. Jutaan orang menggunakannya setiap hari melalui lebih dari 100 bahasa hingga muncul anggapan bahwa Google dan internet adalah satu kesatuan.

Tanyakan pada kawan yang duduk disebelah anda atau pengguna internet lain yang ada didepan anda, tanyakan “Bagaimana seandainya Google mati hari ini sehingga besok tidak dapat menggunakan Google lagi?” Beberapa pengguna internet berpengalaman mungkin akan ikut “mati” juga, namun setidaknya yang “mati” disini adalah gairah dan mungkin juga beberapa proyek yang berkaitan dengannya. Dan bulan depan, anda pun sudah tidak menerima cek hasil “adsense dan adwords” anda lagi.

Jika itu terjadi tentunya akan ada banyak orang yang tidak rela dengan kepergian Google. Mengapa Google begitu sensasional dibanding mesin pencari sejenisnya? Kecepatan, ketepatan, kemudahan, kesederhanaan dan keragaman adalah 5 alasan teratas mengapa Google menjadi idaman banyak orang dan sulit untuk digeser oleh para pesaingnya.

Kecepatan = dalam memperoleh hasil
Ketepatan = dalam pencarian
Kemudahan = dalam pemakaian
Kesederhanaan = dalam penampilan
Keragaman = dalam aplikasi lainnya

Mungkinkah bisnis anda mempunyai keunggulan yang sama (5 alasan diatas) dengan yang dimiliki oleh Google? Jika ya, jangan heran jika selanjutnya bisnis anda yang akan melegenda.

——————

Catatan : Jangan lupa untuk sukuran, bikin tumpeng dan undang saya sebelum bisnis anda melegenda.

Marketing Box


True marketing begins inside and builds its way outwards. I have often argued that brands don’t exist on store shelves or in product packaging - they are not dictated by advertising campaigns nor by the creative components of a marketing message. Brands exist in the minds of consumers and are reflective of their experience with your company or product. Branding is a form of psychological warfare – and the battle plan is comprised of a series of customer experiences and interactions with your organization.

One of the things that I believe makes my job as Vice President, Marketing here at iPerceptions easier, is that we have a group of individuals representing this company that whole-heartedly believe in our mission to democratize the voice of the customer, and to re-define market research. They are a young and eclectic group of people who are committed to making the iPSI (iPerceptions Satisfaction Index) the standard for measuring customer experience and satisfaction online.


I have never worked in a company that has more loyal and committed staff than we have here at iPerceptions. No matter which individual, no matter the department, no matter the level of access they have with the client, it is understood and respected across the organization that we are on a critical, timely and sensitive mission. Being committed to a company is one thing – the right human resource department coupled with the right compensation plan and work environment can attract and retain the right talent, but having staff truly embrace the core message that your company stands for…thats a whole other ball game…and it doesnt happen on its own.

The Business Week

Beijing Olympic organizers have been trying to “save face” by bussing in crowds from soccer fan clubs, high schools, and local neighborhoods to fill the empty seats. But even with inflated statistics, there’s undeniable evidence that most Olympic venues are less than full. On Aug. 11 there were 20 competitions in 18 stadiums throughout China attended by 40,000 spectators, according to the Beijing Organizing Committee for the Games of the XXIX Olympiad (BOCOG). Only two of stadiums were more than 90% full. Six of the venues were more than 80% full. More than half had at least 30% of seats empty.

“We’re very concerned about the stadiums not being full. I believe that it’s due to the weather,” Wang Wei, executive vice-president of BOCOG, told journalists at an Aug. 12 press briefing. Still, while rain, heat, and humidity have been a problem, Wang admitted it’s not just the weather. “Also, for some events such as basketball and beach volleyball, the ticket is for the entire morning, afternoon, or evening. They may want to only watch one game. I believe there are a lot of factors at work here.”

To be sure, Beijing is not the only Olympic host city to be plagued by empty seats. Four years ago there were many empty seats at the Athens Games, which only managed to sell two-thirds of the tickets made available to the public. Another factor: At all Olympics, the best seats in the house are given to the local organizing committee or other VIPs but are not always used. (Being a VIP does not necessarily guarantee tickets to the most popular events. Even the world’s richest man, Bill Gates, (BusinessWeek.com, 8/11/08) had to settle for tickets to badminton at the Beijing Olympics).
From : BusinessWeek.com

Include Marketing

marketing begins inside and builds its way outwards. I have often argued that brands don’t exist on store shelves or in product packaging - they are not dictated by advertising campaigns nor by the creative components of a marketing message. Brands exist in the minds of consumers and are reflective of their experience with your company or product. Branding is a form of psychological warfare – and the battle plan is comprised of a series of customer experiences and interactions with your organization.

One of the things that I believe makes my job as Vice President, Marketing here at iPerceptions easier, is that we have a group of individuals representing this company that whole-heartedly believe in our mission to democratize the voice of the customer, and to re-define market research. They are a young and eclectic group of people who are committed to making the iPSI (iPerceptions Satisfaction Index) the standard for measuring customer experience and satisfaction online.

I have never worked in a company that has more loyal and committed staff than we have here at iPerceptions. No matter which individual, no matter the department, no matter the level of access they have with the client, it is understood and respected across the organization that we are on a critical, timely and sensitive mission. Being committed to a company is one thing – the right human resource department coupled with the right compensation plan and work environment can attract and retain the right talent, but having staff truly embrace the core message that your company stands for…thats a whole other ball game…and it doesnt happen on its own. Yes…firstly, its about synchronizing the personality of the brand with the corporate culture and the company values. By aligning the criteria for recruiting and rewarding employees with the criteria of the brand value, we ensure allignment among marketing and human resources. Very important. But…when hiring, iPerceptions mainly looks for the right skills and aptitudes that will represent our brand promise effectively…its not just about what is written on someone’s resume.

Consider that your staff meet, greet, and help your customers in many different ways. They are the face of your brand. They are your best salespeople and they are your marketing messengers. Having a team of dedicated individuals that help spread the gospel on a daily basis…makes for the start of a winning marketing strategy.

9 Rahasia Meraih Sukses

Apakah Anda tak menyenangi pekerjaan saat ini?
tapi tetap melakukannya demi sesuap nasi?
Apakah Anda merasa tak mampu menggunakan bakat dan hanya melakukan hal-hal yang membuat stres? Apakah Anda merasa pekerjaan saat ini monoton? Tidakkah Anda ingin berada di posisi ideal?

Stop ! berhenti untuk memainkankan HP, berhenti untuk meng-SMS teman-teman anda.
Karena itu tidak membantu anda.
Lebih baik anda fokus untuk yang ada di bawah ini.

Rahasia #1 PUSATKAN PERHATIAN PADA DIRI SENDIRI

Sebagian besar orang mengerjakan pekerjaan yang sama setiap harinya. Ia mengambil kesempatan bekerja, yang tampaknya merupakan pekerjaan terbaik, lalu mencobanya. Ia menyesuaikan apa yang diinginkan atasannya, akhirnya ia jenuh dan tak mengalami kemajuan pada pekerjaan, yang sama sekali tak mereka sukai.

Lalu, ia memutuskan mencoba kesempatan pekerjaan lain, dan ternyata kejenuhan pun terulang lagi. Untuk keluar dari kebiasaan ini dan mendapatkan karier ideal, Anda harus lebih dulu melihat pada keinginan dan kebutuhan sendiri. Sebelum memilih posisi selanjutnya, perlu diketahui apa karier ideal Anda.

Rahasia #2 TEMUKAN CITA-CITA SESUNGGUHNYA

Setiap orang pasti memiliki cita-cita atas kariernya, tapi biasanya tertahan karena berbagai alasan. Meski Anda tak menyadari memiliki keinginan tertentu, di bawah alam sadar, keinginan itu pasti ada. Mungkin Anda dipenuhi minat-minat tersembunyi ketika melakukan sesuatu yang membahagiakan.

Sebaliknya, ketika dilanda stres, mungkin disebabkan karena Anda melakukan sesuatu yang sangat tak ingin dikerjakan. Begitu tahu apa yang disukai dan tidak, Anda akan bisa memposisikan diri untuk memenuhi keduanya. Jika mengikuti keinginan, Anda bisa menghilangkan konflik dan memiliki energi lebih banyak, lebih senang, dan menjadi lebih baik dengan apa yang Anda lakukan.

Rahasia #3 TEMUKAN HASRAT & PRIORITAS YANG PAS

Sebagian besar orang tak memanfaatkan waktu dalam kehidupan untuk menemukan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya. Ia tampaknya hanya mengerjakan segala sesuatu seperti air mengalir, dan berharap apa yang ia lakukan menuju ke arah yang benar. Ia cenderung menahan hasrat dan prioritas yang sesungguhnya demi orang lain.

Namun, salah satu alasan terbesar mengapa ia merasa frustrasi dalam melakukan pekerjaan adalah karena pekerjaan menimbulkan konflik dengan keingingan dan prioritas yang sesungguhnya.

Kesadaran-kesadaran konflik ini akhirnya menciptakan rasa bersalah, keragu-raguan, dan stres. Memang, Anda bisa mengimbangi prioritas pribadi, pekerjaan, dan keluarga, tapi hanya setelah Anda menggali cara menemukan apa keinginan dan prioritas yang sesungguhnya.

Anda bisa mengatur pekerjaan di sekitar prioritas pribadi yang akan membuat Anda bekerja lebih baik dan meraih imbalan yang selayaknya didapat. Misalnya, perhatikan berapa banyak bisnis rumahan yang bisa membuat seseorang memenuhi prioritas pekerjaan dan keluarga, tanpa mengalami konflik berarti.

Rahasia #4 TEMUKAN NILAI DIRI YANG SESUNGGUHNYA

Setiap orang memiliki sistem nilainya sendiri. Sayangnya, yang paling sering dilakukan adalah jarang memberi perhatian pada diri sendiri, dibanding menolak nilai yang dibebankan perusahaan tempatnya bekerja.

Perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang dipimpin oleh orang-orang tak jujur. Apakah semua pegawainya juga tak jujur? Tentu tidak. Sebagian besar pegawai pasti memiliki nilai kejujuran, tapi sayangnya, justru merekalah yang dipecat.

Rahasia #5 TEMUKAN BAKAN YANG SESUNGGUHNYA

Semua orang diberkahi dengan bakat-bakat tertentu dan ia jarang mencoba mencari tahu apa bakatnya. Anda akan merasa lebih senang bekerja, lebih produktif, dan memberi hasil yang lebih bermutu jika memanfaatkan bakat semaksimal mungkin di tempat kerja.

Produktivitas yang meningkat dan hasil lebih bermutu akan memberi nilai plus pada diri Anda. Dengan menyesuaikan bakat alami pada pekerjaan, akan tercipta kenikmatan yang lebih besar, dan di saat yang bersamaan, akan ada perolehan penghargaan yang meningkat.

Rahasia #6 CIPTAKAN & KEMBANGKAN POSISI IDEAL

Orang jarang melakukan langkah ini karena terjebak pada rutinitas mencari kesempatan kerja dan metode mencari pekerjaan yang mencelakakan. Mengapa? Karena ia diyakinkan, tak mungkin menciptakan posisi penghasilan yang sesuai bagi dirinya, bahkan ketika diminta untuk melakukan apa yang ia inginkan.

Ingat, proses pemilihan pekerjaanlah yang salah, bukan diri Anda. Begitu Anda tahu cita-cita, keinginan, nilai, dan bakat, Anda akan mampu mengembangkan dan menemukan sejumlah karier yang memungkinkan untuk memenuhinya di saat yang bersamaan.

Kini, Anda akan bisa menciptakan posisi yang cocok, dan bukan mengambil posisi apa saja serta harus menyesuaikan diri dengan pekerjaan itu. Percaya atau tidak, semakin Anda tahu mengenai diri sendiri, semakin mudah menciptakan dan menemukan posisi ideal Anda!

Rahasia #7 SEGERA RAIH POSISI IDEAL!

Kini, Anda siap dengan posisi ideal. Jika posisi idealnya sudah mantap, Anda akan kagum betapa mudah dan cepatnya Anda mampu mendapatkannya. Antusiasme, rasa percaya diri, dan bakat-bakat dalam bekerja, terutama kemampuan dalam menghasilkan pekerjaan yang bermutu, akan memberi manfaat pada perusahaan tempat Anda bekerja.

Pimpinan perusahaan akan tahu Anda berprestasi dan ingin maju, bukan hanya sekadar bekerja. Jika posisi Anda bukan sebagai pekerja, tapi sebagai pemilik perusahaan atau kontraktor yang mandiri, Anda akan dengan mudah dan cepat memulai proses membangun posisi yang cocok dengan kriteria pribadi.

Rahasia #8 MINTA BANTUAN ORANG YANG TEPAT

Orang diyakinkan, ia bisa dengan mudah melihat ke dalam diri dan menemukan apa yang ada di dalam dirinya. Menemukan apa yang sungguh-sungguh Anda inginkan, bakat atau nilai yang sesungguhnya bukanlah merupakan proses bantuan diri sendiri. Sebagai manusia, Anda tak bisa melihat wajah sendiri tanpa cermin atau melihat foto diri.

Sama halnya dengan melihat wajah di cermin, untuk mengetahui bentuk rupa diri, Anda harus memiliki orang lain sebagai cermin obyektif untuk melihat apa yang sungguh-sungguh ingin Anda lakukan, dan menjadi orang seperti apa yang Anda inginkan dalam kehidupan. Cari dan dapatkan orang yang bisa menjadi kaca obyektif Anda untuk menemukan kebenaran mengenai diri agar bisa menciptakan posisi ideal.

Rahasia #9 SAMPAI SIAP MENINGGALKANNYA

Banyak orang mendapatkan posisi yang sangat disukai dan memenuhi keinginan serta kebutuhannya. Sejalan dengan itu, datanglah promosi untuk mengangkat pegawai yang sangat produktif dan bahagia, karena ia memang sangat bahagia dan produktif.

Ia dituntut berprestasi lebih baik dan antusias karena dibayar lebih mahal, dan statusnya pun lebih tinggi. Tapi ternyata bukan itu yang ia inginkan. Posisi baru yang lebih tinggi, jauh berbeda dari pekerjaan yang sangat ia cintai. Dan menerapkan posisi baru lebih sulit dan berpotensi menciptakan konflik dan stres, terutama adanya tuntutan untuk bekerja lebih keras.

Nah, begitu Anda berada di posisi ideal, perlu memiliki keberanian untuk tetap di posisi tadi sampai keinginan dan kebutuhan Anda berubah, dan mendorong untuk mendapatkan posisi baru yang sesuai kriteria baru Anda.

Penerimaan promosi memang akan merusak sejumlah hubungan pekerjaan yang membahagiakan. Ambil kendali atas pekerjaan dan terima promosi hanya bila akan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadi Anda.

Dikutip dari : Tabloid Nova
oleh : Aline

Temukan rahasia 90/10, yang akan mengubah hidup Anda.

Sudah lama dan banyak beredar baik di milis-milis maupun blog tentang ‘Rahasia 90/10′ ini, namun bagaimanapun juga tulisan ini tetap kami angkat, karena kami termasuk orang-orang yang belum bisa mempraktekkan yang ‘90%’ secara sempurna. Alangkah bahagianya mereka yang sudah bisa melaluinya.
Read more…